Selasa, 25 Desember 2012

Trekking dari Puente del Inca 2.728 mdpl menuju Confluencia 3.432 mdpl

"25 Desember 2012, tim SAIAE telah tiba di Confluencia (3.432 mdpl) pukul 14.00 waktu Argentina. Keadaan tim dan peralatan tim  lengkap. Tim melakukan Briefing dan persiapan terlebih dahulu pada pukul 21.14 waktu setempat untuk aklimatisasi ke Plaza Francia esok hari.
Pergerakan tim besok dimulai pada pukul 09.00 waktu setempat. Waktu yang akan ditempuh tim untuk aklimatisasi dari Confluensia menuju Plaza Francia dan kembali lagi menuju Confluencia diperkirakan sekitar 7 jam perjalanan. Jarak ketinggian yang akan ditempuh tim yaitu sejauh 700 mdpl. Kemudian setelah kembali turun ke Confluencia, tim akan melakukan medical check up dengan tenggang waktu 2 jam setelah tim tiba di Confluencia. Setelah itu barulah tim beristrahat, makan dan mempersiapkan lagi keperluan untuk pendakian ke titik selanjutnya".(Pesan yang disampaikan oleh tim pendakian kepada tim Indonesia di Surabaya saat tiba di Confluencia)


.................................................................................................................
        Udara pagi yang sangat dingin menyapa melalui sela-sela dinding kayu kamar hostel Puente del Inca. Kubuka jendela kamar dan betapa teriknya sinar matahari (bukan mentari pagi lagi) membuat telapak tanganku dengan spontan memayungi mataku ketika melihat keluar jendela. Khas... sejak tiba kemarin sore, kami bertiga sudah mengetahui bahwa udara dingin disini belum tentu disertai suasana teduh. Debu-debu berterbangan tertiup angin saat pagi hari, menambah kesan tandus tempat ini.
       Tepat pukul 08.30 kami bertiga menuju meja makan, disana sudah ada Gebi yang menunggu untuk sarapan bersama. Sarapan sederhana.... ini merupakan culture bangsa barat yang terbiasa mengkonsumsi cereal maupun roti saat pagi hari. Menu diantarkan ke meja kami oleh seorang pelayan restoran hostel. Dia memberikan piring berisi keju serta daging babi kepada Ari dan aku serta Ibnu mendapatkan piring berisi keju saja. Hah?! Waduw!. . .kumemang request untuk tidak diberikan daging babi sama sekali tapi nggak kayak gini juga kali.......(acara sketsa TransTv mode:on). Dasar karena kumemang orang Jawa tulen, yang namanya keju asin maka cuma dapat kuhabiskan selembar. Selanjutnya kami perbanyak minum saat sarapan, mumpung di meja ruang tersebut terdapat air panas dan jus jeruk. Maklum, Gebi memberi instruksi sejak kemarin sore untuk minum air dari kran kamar mandi jika ingin minum. Karena air kran kamar mandi masih layak untuk diminum, kami pun mengisi botol minum dengan air tersebut. Usai sarapan, Ari dan Ibnu meminum vitamin C untuk menjaga stamina sedangkan aku memilih meminum kapsul vitamin dan penambah darah, Sangobion (sorry sebut merk dagang) karena aku hampir selesai ddatang bulan.
      Mulas-mulas, kombinasi antara kuda dan keledai, telah siap mengangkut barang kami yang tidak diperlukan selama perjalanan hari ini menuju Confluencia. Dengan membawa bodypack berikan beban 10 kg saja, kami beranjak dari Puente del Inca menuju pos perijinan Horocones dengan menggunakan mobil Aymara selama 20 menit perjalanan untuk check in pendakian. Di dalam pos, tim menunjukkan surat ijin pendakian yang sebelumnya telah diurus saat di mendoza.
      Trekking kami mulai dengan perjalanan sejauh 7,66 km melalui lembah, sungai dan deretan pegunungan Andes. Penggunaan peralatan yang tepat sangat mempengaruhi cara jalan kami misalnya penggunaan buff serta topi yang melindungi hidung serta wajah saat berjalan. Di awal perjalanan, kami merasa udara tidak begitu dingin disertai terik matahari yang sangat menyilaukan mata namun ditengah hingga akhir perjalanan udara mulai terasa dingin disertai angin yang membawa debu. meskipun demikian panorama yang indah mampu mengalihkan rasa lelah serta memberi semangat kepada kami. Saat perjalanan, kami sempat berpapasan dengan mulas dan penunggangnya. Mulas. . . sekuat kuda dan setabah keledai.
     Kami tiba  di Confluencia dalam waktu yang lumayan cepat, 2 jam 15 menit, tepatnya pada pukul 14.00. Confluencia merupakan salah satu titik dimana tim untuk pertama kalinya melakukan aklimatisasi sebelum melanjutkan perjalanan ke titik pendakian selanjutnya. Aklimatisasi menjadi proses dalam penyesuaian tubuh terhadap ketinggian. Dengan proses tersebut yang baik maka kemungkinan terkena AMS (acute mountain sickness) dapat diminimalisir. Semakin lama proses aklimatisasi yang dilakukan maka akan semakin baik pula bagi tubuh saat mencoba menambah ketinggian.
      Usai istirahat satu jam di tenda makan Aymara yang berada di Confluencia, kami beranjak menuju lokasi mendirikan tenda istirahat. Cuaca saat ini sangat dingin dan berangin sehingga lumayan memperssulit saat mendirikan tenda. Kami mendapat arahan Gebi dalam mendirikan tenda (tenda dengan 5 frame) seperti harus selalu menindih perlengkapan tenda seperti kantong flysheet dengan batu besar agar tidak terbang. Selanjutnya, setelah tenda berdiri maka kami harus menindih pasak dengan bebatuan agar tidak tercabut karena tarikan tenda akibat angin yang kencang.
      Hari mulai petang, kami melanjutkan aktivitas dengan makan malam, mengecek kondisi masing-masing tim, mengirim kabar kepada pihak di Indonesia serta KBRI di Buenos Aires, briefing kegiatan, dan istirahat.