"Tok! Tok! Tok! mbak Tari. . .", Suara Ibnu dibalik pintu kamar.
"Hemm...iya. Eh! lho?....bentar Ib!", jawabku sambil tersentak kaget melihat tirai jendela tertembus cahaya mentari. "Lhooo.... udah jam 8 to ini? Waduh!!! aku kok ndag denger suara alarm...... Kamu ma Ari udah siap ta Ib?", tanyaku di dalam kamar. "Belum mbak, ini mau ambil sepatu di dalam situ", jawab Ibnu sambil masuk ke dalam kamar.
"Hemm...iya. Eh! lho?....bentar Ib!", jawabku sambil tersentak kaget melihat tirai jendela tertembus cahaya mentari. "Lhooo.... udah jam 8 to ini? Waduh!!! aku kok ndag denger suara alarm...... Kamu ma Ari udah siap ta Ib?", tanyaku di dalam kamar. "Belum mbak, ini mau ambil sepatu di dalam situ", jawab Ibnu sambil masuk ke dalam kamar.
Saat ini sudah pukul 08.10 maka aku harus bersiap dalam waktu kurang dari satu jam. Mandi dengan cepat, sarapan dengan cepat, packing baju tidur serta sandal dengan cepat. . . . pokoknya serba cepat hingga aku masih punya waktu bergabung dengan Ari dan Ibnu untuk menunggu Gebi di loby hotel. Sambil menunggu Gebi, kami check out hotel serta menitipkan dua carrier berisi perlengkapan yang tidak perlu dibawa ke gunung. Selang 15 menit, Gebi datang lalu kami segera naik mobil menuju counter pembayaran ijin pendakian.
Untuk perijinan masing-masing personil dikenakan biaya 4.200 pesos atau sama dengan U$D 875. Berbeda dengan informasi yang diberikan sebelumnya bahwa pembayaran dilakukan dengan uang dolar namun saat ini kami harus membayar dengan uang pesos. Karena uang pesos yang kami pegang tidak cukup untuk membayar perijinan maka Gebi menawarkan uang pesosnya untuk ditukar dengan dolar menggunakan nilai tukar resmi saat ini, yaitu U$D 1 sama dengan 4,8 pesos. Meskipun sedikit berat hati namun membutuhkan uang pesos maka kami menukarkan sejumlah uang dolar kepada Gebi. Perhitungan belum tepat, kali ini ternyata perlu uang pesos untuk perijinan sedangkan uang pesos yang kami punya adalah untuk keperluan selama pendakian kecuali untuk perijinan. Pembayaran telah selesai dilakukan, kami melanjutkan langkah ke kantor perijinan yang jaraknya tidak jauh dari sini.
Kini kami telah berada di dalam ruangan yang lumayan luas dengan dinding-dinding yang tinggi. bersambung... (Tari mau ngerjain laporan alias LPJ dulu, baru nulis blognya dilanjut) ^.^
Kini kami telah berada di dalam ruangan yang lumayan luas dengan dinding-dinding yang tinggi. bersambung... (Tari mau ngerjain laporan alias LPJ dulu, baru nulis blognya dilanjut) ^.^